Perbedaan PT dan CV

Tabel Pembahasan

Perbedaan PT dan CV. Sebagai pelaku bisnis, terkadang kita bingung memilih antara mendirikan CV atau PT sebagai status legal bisnismu. Jangan khawatir, kita harus memahami perbedaan antara CV dan PT sebelum mengambil keputusan.

Perbedaan Pertama: Bentuk Perusahaan Mari kita mulai dengan bentuk perusahaan. PT merupakan Perseroan Terbatas, sementara CV adalah Persekutuan Komanditer atau Commanditaire Vennootschap. Selain perbedaan dalam singkatan, CV dan PT juga memiliki perbedaan dalam hal hukum dan operasional. Teruslah membaca artikel ini untuk menemukan jawabannya.

Bentuk Perusahaan

Dalam hal bentuk perusahaan, PT adalah badan usaha berbentuk badan hukum, sedangkan CV merupakan badan usaha non-hukum.

PT tunduk pada aturan-aturan khusus dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Sementara itu, CV hanya diatur secara sederhana dalam aturan yang membahas Firma di Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 19-25.

Karena perbedaan status hukumnya, proses pendaftaran dan pengesahan CV dan PT juga berbeda. PT harus didaftarkan dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai badan hukum, sedangkan CV hanya perlu didaftarkan pada Sistem Administrasi Badan Usaha Kemenkumham.

Proses Pendaftaran dan Nama Perusahaan

Dalam hal proses pendaftaran dan nama perusahaan, PT diwajibkan untuk mencantumkan frasa Perseroan Terbatas atau singkatan PT dalam namanya. Selain itu, nama perusahaan PT juga tidak boleh sama dengan perusahaan lain. Sementara itu, pendiri CV tidak harus mencantumkan singkatan CV dan ada kemungkinan adanya kesamaan nama antara satu CV dengan CV lainnya.

Dalam prosesnya, PT cenderung memakan waktu lebih lama karena harus mengikuti prosedur yang cukup panjang di Kemenkumham. Sementara itu, CV tidak membutuhkan pengesahan khusus dari Kemenkumham sehingga prosesnya lebih singkat.

Baca Juga:   Perbedaan PT Biasa Dengan PT Perorangan

Modal Minimum

Untuk mendirikan CV, tidak ada aturan wajib terkait modal minimum yang harus dipenuhi. Sedangkan, menurut UU Nomor 40 Tahun 2007, pendirian PT harus disertai dengan modal dasar minimal sebesar Rp 50 juta, di mana 25 persen atau setara dengan Rp 12,5 juta harus dialokasikan sebagai aset perusahaan. Namun, Undang-Undang Cipta Kerja Tahun 2020 memberikan fleksibilitas bagi pendiri PT untuk menentukan modal minimum pendirian PT.

Pendiri dan Status Kepemilikan

Menurut aturan yang berlaku, CV harus didirikan minimal oleh dua orang yang akan berperan sebagai sekutu aktif dan sekutu pasif. Keduanya juga harus memiliki kewarganegaraan Indonesia. Namun, CV juga bisa didirikan oleh pasangan suami istri jika sebelumnya telah membuat perjanjian pemisahan harta.

Di sisi lain, pendirian PT juga membutuhkan minimal dua orang yang memiliki bagian saham, dengan salah satunya boleh berwarga negara asing (WNA). Jika kedua pendiri adalah WNA, maka perusahaan tersebut disebut Perusahaan Milik Asing (PMA) dan harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku untuk PMA.

Namun, menurut UU Cipta Kerja Tahun 2020, ketentuan minimal dua orang pendiri dalam PT tidak berlaku bagi PT yang sahamnya dimiliki oleh negara, BUMN, BUMD, BUMDes, perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dan lembaga lainnya sesuai UU Pasar Modal, atau perseroan yang pendirinya adalah UMKM.

Kepengurusan: Peran Sekutu dalam CV, Direksi dalam PT

Dalam CV, kita mengenal peran sekutu aktif dan sekutu pasif. Pengurusan perusahaan menjadi tanggung jawab sepenuhnya sekutu aktif, sementara sekutu pasif tidak diperbolehkan untuk ikut campur.

Sementara itu, pengurusan PT dilakukan oleh jajaran direksi yang ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hanya pemegang saham yang ditunjuk sebagai direksi yang berwenang mengurus PT, sedangkan yang lainnya tidak memiliki kewenangan dalam pengurusan perusahaan.

Baca Juga:   PT Perorangan, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Tujuan Perusahaan: CV vs PT

Perusahaan berbentuk CV memiliki tujuan yang terbatas pada bidang tertentu, seperti perdagangan, pembangunan, perindustrian, perbengkelan, pertanian, percetakan, dan jasa.

Sementara itu, PT diizinkan untuk menjalankan usaha sesuai dengan tujuan pendirian yang lebih luas daripada CV. PT dapat bergerak di bidang non-fasilitas seperti perdagangan, perbengkelan, pembangunan, jasa, dan bidang sejenisnya. Atau PT dapat juga bergerak di bidang usaha khusus seperti forwarding, perusahaan pers, pariwisata, perusahaan bongkar muat, dan sebagainya.

Pemungutan Pajak: CV vs PT

Perbedaan terakhir antara CV dan PT terletak pada pemungutan pajak. Secara umum, baik PT maupun CV wajib membayar pajak dari gaji karyawan, tunjangan, dan pembayaran lainnya. Hal yang sama juga berlaku jika PT atau CV menyewa tanah atau bangunan yang merupakan objek pajak.

Namun, pengenaan pajak pada PT dan CV berbeda dalam hal keuntungan. Dalam CV, kekayaan pribadi dihitung sebagai aset perusahaan yang juga menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, objek pajak dalam CV adalah laba usaha.

Sementara itu, dalam PT, aset perusahaan terdapat pada saham yang dibagi di antara pemilik saham, yang pada akhirnya mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen. Maka, objek pajak dalam PT adalah dividen.

Itulah 7 perbedaan antara CV dan PT. Selain memberikan gambaran perbandingan antara keduanya, artikel ini juga membantu kamu memahami kelebihan dan kekurangan CV dan PT. Informasi ini dapat menjadi pertimbangan penting dalam menentukan bentuk perusahaan yang paling cocok untuk bisnismu. Semoga artikel ini bermanfaat bagimu!

Layanan Kami

Jasa Pengurusan dan Pembuatan NIB
Layanan Pendirian CV
Jasa Pendirian PT Perorangan