Apa Itu Perjanjian Kerahasiaan? Penjelasan dan Syarat Pembuatanya

Perjanjian Kerahasiaan

Tabel Pembahasan

Halo! Sudah pada tahu belum apa itu perjanjian kerahasiaan? Nah, kali ini kami akan bahas topik yang menarik tentang perjanjian kerahasiaan. Jadi, sebelum kita mulai bekerja sama dengan suatu perusahaan, ada dokumen penting yang harus kita tahu, yaitu perjanjian kerahasiaan. Nah, dalam artikel ini, kami akan bahas apa itu perjanjian kerahasiaan dan persyaratan pembuatannya.

Apa Itu Perjanjian Kerahasiaan?

Perjanjian kerahasiaan atau yang sering disebut dengan Non Disclosure Agreement (NDA) adalah sebuah perjanjian yang mengikat pihak-pihak yang terlibat untuk tidak membocorkan informasi rahasia kepada pihak lain. Tujuan dari perjanjian ini adalah melindungi informasi yang sensitif agar tidak jatuh ke tangan yang salah dan merugikan pemilik informasi tersebut.

Manfaat Perjanjian Kerahasiaan

Perjanjian kerahasiaan memiliki manfaat penting yang bisa menguntungkan perusahaan, di antaranya:

  1. Menjaga kerahasiaan informasi: Dengan adanya perjanjian kerahasiaan, informasi rahasia perusahaan bisa terjaga dengan baik dan tidak akan bocor ke pihak yang tidak berwenang.
  2. Melindungi hak paten: Bagi perusahaan yang memiliki produk inovatif dan memiliki hak paten, perjanjian kerahasiaan sangat penting untuk melindungi hak-hak tersebut.
  3. Memberikan batasan yang jelas: Perjanjian kerahasiaan memberikan batasan yang jelas kepada karyawan, mitra, dan semua pihak yang terlibat agar mereka tidak mengungkapkan informasi rahasia tersebut.

 

Jasa Pembuatan Perjanjian Kerahasiaan

 

Kriteria Informasi yang Dilindungi oleh Perjanjian Kerahasiaan

Aturan mengenai perjanjian kerahasiaan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa informasi yang dilindungi oleh perjanjian kerahasiaan meliputi metode produksi, pengolahan, penjualan, dan semua informasi sensitif yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam Pasal 3 UU a quo, terdapat beberapa kriteria informasi yang termasuk dalam standar informasi yang dilindungi, yaitu:

  1. Bersifat rahasia: Informasi yang dijaga melalui perjanjian kerahasiaan hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak terkait dan tidak untuk dikonsumsi oleh publik.
  2. Mempunyai nilai ekonomi: Informasi yang dimaksudkan memiliki nilai ekonomi bagi perusahaan dan jika bocor dapat mengurangi nilai ekonomi perusahaan tersebut.
  3. Dijaga kerahasiaannya: Para pihak yang terlibat telah menetapkan prosedur atau kebijakan internal guna menjaga kerahasiaan informasi yang dimaksud.
Baca Juga:   Joint Venture - Inilah Pengertian, Regulasi, dan Manfaatnya

Profesi yang Terikat Perjanjian Kerahasiaan

Ada beberapa profesi yang umumnya diwajibkan untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan di tempat kerjanya. Beberapa profesi tersebut antara lain:

  1. Dokter: Sebagai tenaga medis, dokter memiliki akses terhadap informasi pasien seperti rekam medis dan data-data lainnya. Oleh karena itu, dokter diwajibkan menjaga kerahasiaan informasi tersebut.
  2. Pengacara: Sebagai penasihat hukum, pengacara memiliki akses terhadap informasi klien yang bersifat rahasia. Mereka harus menjaga kerahasiaan informasi tersebut sesuai dengan perjanjian kerahasiaan dan kode etik profesi.
  3. Asisten Pribadi: Profesi asisten pribadi seringkali memiliki akses ke banyak informasi tentang atasan atau klien, termasuk jadwal, bisnis, dan kehidupan pribadi. Oleh karena itu, perjanjian kerahasiaan sering kali diterapkan pada asisten pribadi.
  4. Pengembang Website: Profesi pengembang website memiliki akses terhadap informasi penting perusahaan saat membuat website, aplikasi, atau aset digital lainnya. Dalam konteks ini, perjanjian kerahasiaan sangat penting untuk melindungi informasi perusahaan.

Selain profesi di atas, masih ada banyak profesi lain yang mengharuskan pihak yang terlibat menandatangani perjanjian kerahasiaan guna mencegah bocornya informasi sensitif ke publik.

Sanksi Akibat Pelanggaran Perjanjian Kerahasiaan

Jika pihak yang terlibat telah sepakat dan menandatangani perjanjian kerahasiaan, maka semua pihak diwajibkan untuk tidak membocorkan informasi rahasia perusahaan. Jika ada pelanggaran yang disengaja dan informasi tersebut terungkap, hal tersebut merupakan pelanggaran hukum.

Aturan yang berlaku bagi pelanggaran rahasia dagang diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Rahasia Dagang. Pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal dua tahun dan/atau denda maksimal tiga ratus juta rupiah.

Persyaratan Pembuatan Perjanjian Kerahasiaan

Sebelum membuat perjanjian kerahasiaan, terdapat beberapa persyaratan administratif yang perlu dilengkapi. Berikut adalah persyaratan yang umumnya dibutuhkan:

Baca Juga:   Pendirian dan Pengelolaan Perusahaan: Panduan Lengkap dan Dokumen-dokumen Penting yang Dibutuhkan

Untuk Perorangan:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Untuk Badan Usaha:

  1. Data Perusahaan: Akta Pendirian perusahaan.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  3. Dokumen pendukung tambahan.

Form kontrak perjanjian kerahasiaan perlu berisi:

  1. Objek Kontrak: Informasi mengenai objek dari perjanjian kerahasiaan tersebut.
  2. Nilai Kontrak: Penjelasan mengenai nilai perjanjian kerahasiaan, jika ada.
  3. Hal-hal khusus terkait hak dan kewajiban.

Masa Berlaku Perjanjian Kerahasiaan

Perjanjian kerahasiaan di perusahaan tidak berakhir ketika perjanjian kerja berakhir atau saat seorang karyawan mengundurkan diri. Perjanjian kerahasiaan tetap berlaku bagi pihak yang terlibat, meskipun mereka tidak lagi aktif bekerja. Hal ini bertujuan untuk mencegah bocornya informasi sensitif yang diketahui oleh publik. Umumnya, perjanjian kerahasiaan berlaku selama 1 hingga 3 tahun setelah masa perjanjian kerja berakhir.

 

Jasa Pembuatan Perjanjian Kerahasiaan

 

Biaya dan Estimasi Waktu Pembuatan Perjanjian Kerahasiaan

Biaya atau tarif pembuatan perjanjian kerahasiaan dapat bervariasi tergantung tingkat kesulitan kontrak yang dibuat. Estimasi waktu pembuatan perjanjian kerahasiaan umumnya berkisar antara 2 hingga 5 hari kerja.

Demikianlah penjelasan mengenai perjanjian kerahasiaan beserta persyaratan dan manfaatnya. Perjanjian kerahasiaan menjadi landasan penting dalam menjaga informasi rahasia perusahaan dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat. Jika Anda berada dalam posisi yang membutuhkan perjanjian kerahasiaan, pastikan untuk melibatkan pihak yang berkompeten dalam menyusun dan mengevaluasi perjanjian tersebut.

Layanan Kami

Jasa Pengurusan dan Pembuatan NIB
Layanan Pendirian CV
Jasa Pendirian PT Perorangan